© Wizarding World Digital 2023Looking for Pottermore? Wizarding World is the new official home of Harry Potter & Fantastic Beasts. Join the Fan Club and bring your traits with to you by Wizarding World Digital, a partnership between Warner Bros. and Pottermore. Delivering the latest news and official products from the Wizarding World and our & © WBEI. WIZARDING WORLD Publishing and Theatrical Stage Rights © Rowling.Seenby few living, Alpha Killian Desmond is whispered about throughout the world, his cruel reputation proven countless times. The ferocity of this man and his pack have been the source of many legends and nightmares. Most who have met him, have died at his hands. Claire Miller has lived a simple life as the daughter of the Beta in her pack.
Pengarang J. K. Rowling Judul Fantastic Beasts and Where to Find Them Negara Inggris Raya Bahasa Indonesia Seri Harry Potter Genre Fiksi, Fantasi Penerbit Gramedia Pustaka Utama Tanggal Rilis Februari 2002 Versi Inggris 2001 Halaman 136 halaman Panjang 20 cm Cetakan Kedeapan Maret 2005 Cetakan Kesepuluh Oktober 2015 ISBN 979-602-03-1827-1 Tentang Buku Hewan-hewan Fantastis dan Di Mana Mereka Bisa adalah buku 2001 yang ditulis oleh penulis Inggris J. K. Rowling dengan nama samaran dari penulis fiktif Newt Scamander tentang makhluk ajaib di alam semesta Harry Potter. Itu dimaksudkan untuk menjadi salinan Harry Potter dari buku dengan nama yang sama disebutkan dalam Harry Potter dan Batu Bertuah diterbitkan sebagai Harry Potter dan Batu Bertuah di Amerika Serikat, novel pertama dari seri Harry Potter. Ini mencakup beberapa catatan di dalamnya seharusnya ditulis tangan oleh Harry, Ron Weasley dan Hermione Granger, merinci pengalaman mereka sendiri dengan beberapa binatang yang dijelaskan. Dalam sebuah wawancara 2001 dengan penerbit Scholastic, Rowling menyatakan bahwa ia memilih subjek makhluk ajaib karena itu adalah topik yang menyenangkan yang ia telah mengembangkan banyak informasi dalam buku-buku sebelumnya. Nama Rowling tidak muncul di sampul buku, pekerjaan yang dikreditkan dengan nama samaran "Newt Scamander", yang, dalam buku-buku, menulis buku ini seperti yang terlihat pada daftar pasokan Harry untuk tahun pertama. Buku ini menguntungkan Comic Relief amal. Lebih dari 80% dari harga sampul setiap buku yang dijual pergi langsung ke anak-anak miskin di berbagai tempat di seluruh dunia. Menurut Comic Relief, penjualan dari buku ini dan pendamping Quidditch Melalui Abad telah mengangkat lebih dari ÂŁ 17 juta. Buku ini diterbitkan pada tahun 2001 untuk versi bahasa Inggrisnya, dan pada Februari 2002 untuk versi bahasa Indonesia. Buku ini telah dicetak ulang sebanyak 10 kali, cetakan paling baru dari buku ini terjadi dibulan oktober 2015 yang lalu. Sinopsis Buku ini menceritakan tentang hewan-hewan fantastis yang berada didunia sihir tepatnya pada dunia Harry Potter, mulai dari nama dari hewan tersebut hingga bentuk telurnya seperti apa, bahkan tingkatan bahayanya yang telah disepakai bersama kementrian sihir. Berikut klasifikasi kementrian sihir. XXXXX Dikenal sebagai pembunuh penyihir / mustahil dilatih atau dijinakan XXXX Berbahaya / butuh pengetahuan khusus dan penanganan ahli XXX Penyihir yang cakap mampu menangani XX Tidak berbahaya X Membosankan Didalam buku ini ada banyak hewan-hewan fantasi yang dijelaskan yaitu Acromantula Ashwinder Augurey Basilisk Billywyg Bowtruckle Bundimun Centaur Chimaera Chizpurfle Clabbert Crup Demiguise Diricawl Doxy Dragon Antipodean Opaleye Chinese Fireball Common Welsh Green Hebridean Black Hungarian Horntail Norwegian Ridgeback Peruvian Vipertooth Romanian Longhorn Swedish Short-Snout Ukrainian Ironbelly Dugbog Erkling Erumpent Fairy Fire Crab Flobberworm Fwooper Ghoul Glumbumble Gnome Graphorn Griffin Grindylow Hippocampus Hippogriff Horklump Imp Jarvey Jobberknoll Kappa Kelpie Knarl Kneazle Leprechaun Lethifold Lobalug Mackled Malaclaw Manticore Merpeople Moke Mooncalf Murtlap Niffler Nogtail Nundu Occamy Phoenix Pixie Plimpy Pogrebin Porlock Puffskein Quintaped Ramora Red Cap Re'em Runespoor Salamander Sea Serpent Shrake Snidget Sphinx Streeler Tebo Troll Unicorn Werewolf Winged horse Yeti Diatas adalah daftar nama hewan-hewan fantasi yang dijelaskan didalam buku 'Fantastic Beasts and Where to Find Them'. Menurut saya buku ini menjelaskan cukup rinci dari hewan-hewan fantasi dan membuat pembaca menjadi berimajinasi untuk membayangkan bagaimana bentuk dari hewan-hewan fantasi tersebut, seperti karya Rowling yang lain dan semuanya terkenal buku ini juga akan dibuat dalam bentuk film yang rencananya akan tayang pada bulan november tahun 2016 ini.
Summaries The adventures of writer Newt Scamander in New York's secret community of witches and wizards seventy years before Harry Potter reads his book in school. In mid-1920s New York, Newt Scamander, a British young activist wizard, arrives in the city, holding a mysterious leather suitcase sheltering diverse and magical creatures. JAKARTA – Sukses dengan Fantastic Beasts and Where to Fine Them pada 2016, rasanya tidak diikuti oleh Fantastic Beasts The Crimes of Grindelwald. Perlu waktu bagi penonton untuk mengerti apa fokus yang ingin disampaikan dalam film sekuel dingin JK Rowling menciptakan dunia fantasi sihir memang tidak dapat diragukan lagi. Terbukti novel tebal Harry Potter laris manis bak kacang rebus hingga diikuti dengan kejayaan saat dialih wahana ke layar Fantastic Beats 2, salah satu novelis terkaya itu tetap memberikan sentuhan magis yang memukau. Ceritanya tak jauh berbeda dengan Harry Potter, sekolah hogward hingga nama Albus Dumbledore masih tetap bisa disaksikan oleh garapan David Yates kali ini nampaknya sedikit banyak membuat cerita kian tidak fokus. Beberapa plot yang digambarkan terkesan kurang berkaitan satu sama lain. Jikapun tidak ingin disebut kurang berkaitan, beberapa bagian kuran kuat hingga mencapai klimaks. Padahal di Fantastic Beast The Crimes of Grindelwald mengisahkan tentang aksi kriminal Grinderwald usai kabur dari penjara Kementerian Sihir Amerika pada 1927. Setelah kabur, Grinderwald Johnny Depp langsung melancarkan aksi mencari Credence Erza Miller. Tujuannya, untuk dijadikan alat untuk membunuh sahabatnya sendiri, Albus Dumbledore Jude Law. Dia memanfaatkan kegamangan Credence yang lupa asal usulnya. Baik Grinderwald dan Dulmbledore saling terikat dengan janji persahabatan tidak akan bertarung satu sama pencarian ini sudah terbaca oleh Dumbledore. Dia meminta anak didiknya Newt Scamander Eddie Redmayne melawan kekuatan jahat Grinderwald. Dia menyanggupi permintaan meski sempat menolah tawaran dari gurunya ini sekaligus dijadikan salah satu jalan untuk menembukan seorang Auror yang menjadi rekannya di Fantastic Beasts 1, Tina Goldstein Katherine Waterston. Newt secara jelas tertarik dengan gadis itu. Pencarian ke Perancis itu, Newt ditemani Jacob Kowalski Dan Folger yang juga sedang mengejar kekasihnya Queenie Alison Sudol akibat pertengkaran malam film ini terkesan tidak terlalu fokus pada masalah yang ingin diceritakan. Terlalu banyak pemeran akhirnya membuat konsentrasi penonton mudah buyar. Hal ini akhirnya memaksa penonton tetap terpaku pada layar agar tetap mengetahui jalan bagi mereka yang baru pertama kali menikmati sajian Fantastic Beasts tanpa menyaksikan seri pertamanya. Kisah yang dinikmati akan semakin kisah ini akan menarik jika Anda memang mengikuti dengan baik cerita sihir JK Rowling sejak di Harry Potter akan mengetahui beberapa fakta baru. Seperti Nagini Claudia Kim yang menjadi sosok ular Voldemort di cerita Harry Potter ternyata berasal dari Indonesia dan juga silsilah keluarga Leta Lestrange Zoe Kravitz. Silsilah ini menjelaskan bahwa Leta bukan saudara Leta, Newt, Credence, Nagini dan Tina bertemu di Taman Makam Pere Lachaise, Anda harus menyaksikan dengan baik bagaimana silsilah keluarga Leta dan saudaranya. sedikit membingungkan, namun jika diperhatikan dengan baik, tentu akan lebih mengerti alur yang sudah berpengalaman menggarap fantasi JK Rowling sejak Harry Potter tampaknya agak kesulitan menggambarkan deskripsi cerita ini pada layar lebar. JK Rowling memang menggambarkan seluruh karakter kuat dalam novelnya. Akan tetapi butuh waktu lebih banyak untuk menceritakan satu per satu efek animasi tetap terlihat keren di film ini. Penonton akan sedikit bernostalgia dengan calon sekolah Harry Potter di masa mendatang, Hogwarts. Yates tentu sudah biasa dan paham betul bagaimana imajinasi penulis naskah pada diskipsi isi dalam sekolah itu. Meski penuh catatan, namun penonton paling tidak bisa menyaksikan bagaimana Albus Dumbledore saat akhirnya akhir yang disajikan memang di luar dugaan. Jika memang Anda masih penasaran dengan film Fantastic Beasts The Crimes of Grindelwald, sebaiknya menunggu garapan sekuel selanjutnya untuk mengetahui akhir kisah Dumbledore bersama Grinderwald. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Novelini sesungguhnya menceritakan kisah hidup Ikal (tokoh utama dalam novel Laskar Pelangi) sewaktu remaja yang duduk di bangku SMA. Akan tetapi dalam novel ini secara khusus penulisnya menentukan tokoh-tokoh sentral yang berbeda dari novel sebelumnya yang tokoh-tokohnya adalah 10 anak Laskar Pelangi. Film Spoiler-free. - Sekuel dari spin-off seri Fantastic Beasts’ ini pada dasarnya dinantikan oleh para fans, khususnya mereka yang sudah lebih dulu mencintai semesta Harry Potter bikinan Rowling. Sayangnya, film ini tidak sefantastis yang diharapkan. Petualangan sang ahli makhluk-makhluk ajaib Newt Scamander Eddie Redmayne kembali bergulir setelah diutus pergi ke Prancis oleh Albus Dumbledore Jude Law untuk mencari Credence Barebone Ezra Miller yang di film sebelumnya diceritakan menjadi sosok berbahaya yang punya entitas magis kuat yang mematikan. Di saat yang bersamaan, dunia sihir juga akan terancam karena villain bernama Grindelwald Johnny Depp berhasil kabur dari penjara. Meski Credence dianggap berbahaya, Grindelwald pun turut menjadi karakter penting lainnya yang harus diwaspadai karena ingin menguasai dunia sihir dengan kekuatan jahatnya. Itu adalah ringkasan paling padat untuk menceritakan Fantastic Beasts The Crimes of Grindelwald’. Terdengar seperti konflik klise, toh? Melihat judulnya, rasanya Grindelwald siap meneror dunia dengan kemampuan sihir gelapnya untuk mewujudkan keinginannya sebagai penguasa. Grindelwald seakan bakal melakukan banyak aksi kejam dan kriminal lain yang menguji ketahanan “pihak baik” seperti Scamander sendiri, para auror detektif penyihir, pihak sekolah Hogwarts, dan lain-lain. Grindelwald, tampil dengan gaya rambut warna platinum, muka pucat dengan mimik keji akan mengingatkan para penggemar terhadap Lord Voldemort dari saga Harry Potter’. Bedanya, Voldemort memang terasa jahatnya, sementara Grindelwald tidak. Film ini seperti salah memberi judul. Kenapa? Pertama, aksi kriminal Grindelwald yang terlihat jelas hanya saat di pembuka film, yakni ketika dia membunuh penjaga penjara agar bisa melarikan diri. Sisanya, Grindelwald hanya bergumam dengan dialog yang terkesan jahat, namun minim aksi spektakuler layaknya villain pada umumnya. So, where’s this crime are you talking about? Kedua, kebanyakan karakter. Film ini diisi oleh berbagai karakter pendukung seperti saudara laki-laki Scamander bernama Theseus Callum Turner; teman sekolahnya merangkap kekasih Theseus, Leta Lestrange Zoe Kravitz; teman muggle Scamander yang kocak Jacob Dan Fogler dan perempuan yang ditaksirnya Queenie Alison Sudol; tak lupa auror yang memikat hati Scamander, Tina Katherine Waterston; dan… yang sempat membuat internet heboh, yakni perempuan bernama Nagini Claudia Kim yang dapat berubah jadi ular. Karakter banyak asal semuanya punya latar belakang jelas dengan peran signifikan, tentu tidak masalah. Di film ini, karakter banyak malah menjadi tidak efektif. Ketiga, plot yang bertumpuk-tumpuk dan alur membosankan. Ini berkaitan dengan poin nomor dua. Banyak karakter di film ini cukup membuat kepala pusing tujuh keliling saat menontonnya karena plot yang disuguhkan sangat beragam. Jadi, film ini menyajikan banyak kisah latar belakang dari sejumlah tokoh, seperti Credence hingga Lestrange. Alih-alih membuat cerita menjadi lebih berwarna, hal ini justru membuat bingung karena tidak jelas juntrungannya. Tiap subplot yang mengisahkan masa lalu beberapa karakter ini terlalu bertele-tele sehingga film terasa membosankan dengan nuansa flat tanpa greget. Plot banyak tersebut sengaja dibikin untuk menggiring ke adegan klimaks agar ada twist. Sayangnya hal ini gagal memikat lantaran peran Grindelwald sebagai villain utama dan ada di judul, duh sering hilang di tengah film - itu semua gara-gara waktu yang dihabiskan untuk menceritakan latar belakang Lestrange dan Credence. Baca juga Resensi Film Bohemian Rhapsody Sisanya, kita dibikin bertanya-tanya tentang karakter lain yang sudah terlanjur diperkenalkan, seperti asal-usul Nagini yang dinantikan penggemar, nasib Queenie selanjutnya seperti apa, dan lain-lain. Intinya, The Crimes of Grindelwald’ ini tidak berhasil membuat sosok villain Grindelwald yang menakutkan, mengancam kehidupan, dan malah seperti peran pembantu yang jarang nongol. Padahal, pembawaan Depp sudah cukup apik dengan tatapan tajam dan suara tenang. Sisanya, Redmayne tetap keren memerankan Scamander, efek visual memukau yang menghidupkan berbagai makhluk ajaib yang menggemaskan, dan kehadiran Jude Law sebagai Dumbledore muda menjadi pemanis tersendiri dengan senyuman hangatnya. Semoga saja prekuel satu ini tidak sampai merusak waralaba semesta sinematik Harry Potter yang sudah diciptakan sejak 2001. Cek informasi menarik lainnya di Google News Editors' Picks Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini FantasticBeasts and Where to Find Them (often referred to as simply Fantastic Beasts) is a 2001 guide book written by British author J. K. Rowling (under the pen name of the fictitious author Newt Scamander) about the magical creatures in the Harry Potter universe.The original version, illustrated by the author herself, purports to be Harry Potter's copy of the textbook of the same name . 209 402 14 109 422 122 337 113